Select Page

Mata pelajaran Sejarah Indonesia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan sejarah. Mata pelajaran Sejarah Indonesia merupakan mata pelajaran wajib di jenjang pendidikan menengah (SMA/MA dan SMK/MAK). Adapun pedoman dalam penyusunan sebuah RPP Sejarah Wajib kurikulum 2013 Revisi 2014 ialah mengacu kepada permendikbud nomor No. 58, 103 dan 104.

Berikut ini adalah permendikbud yang menjadi pedoman penyusunan Rpp revisi 2014

  1. Permendikbud nomor 58 yaitu membahas tentang kurikulum 2013
  2. Permendikbud nomor 103 yaitu membahas tentang pembelajaran
  3. Permendikbud nomor 104 yaitu membahas tentang penilaian

 

DETAIL

  1. Setiap RPP secara utuh memuat kompetensi dasar sikap spiritual (KD dari KI-1), sosial (KD dari KI-2), pengetahuan (KD dari KI-3), dan keterampilan (KD dari KI-4).
  2. Satu RPP dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.
  3. RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.
  4. Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar, menggunakan pendekatan saintifik meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan.
  5. Berbasis konteks,
  6. Pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan nilai-nilai kehidupan mas kini.
  7. Mengembangkan kemandirian belajar,
  8. RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.
  9. Memiliki keterkaitan dan keterpaduan antarkompetensi dan/atau antarmuatan
  10. RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan da keterpaduan antara KI, KD, indikator pencapaian kompetensi, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar.
  11. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
  12. RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.
  13. Memuat: Lingkup penilaian: sikap, pengetahuan, keterampilan
  14. Teknik penilaian
    a. Sikap: observasi, jurnal, penilaian diri, penilaian antar teman
    b. Pengetahuan: tes tulis, tes lisan, penugasan
    c. Keterampilan: praktik, proyek, portofolio

Adapun tujuan pedoman penilaian dalam permendikbud 104 khusunya dalam RPP Sejarah Wajib adalah sebagai berikut:

  1. pendidik secara individual atau kelompok dalam merencanakan penilaian sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai, mengembangkan dan melaksanakan penilaian sesuai dengan ruang lingkup penilaian, teknik, dan instrumen sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya;
  2. kepala satuan pendidikan dalam menyusun pelaporan penilaian hasil belajar oleh pendidik bagi peserta didik; dan
  3. dinas pendidikan atau kantor kementerian agama provinsi dan kabupaten/kota sesuai dengan kewenangan masing-masing.